WellcOMe ^_^ tO mY GowBlogz Blogz

Rabu, 12 Januari 2011

Critical Review: “Pembiayaan Surabaya Sport Centre”


Surabaya Sport Centre (SSC) atau yang lazim disebut gelora Bung Tomo merupakan salah satu proyek infrastruktur perkotaan dalam bidang olahraga yang telah terealisasi pada tahun 2010. Megaproyek yang bergerak dalam penyediaan infrastruktur olahraga tersebut diperkiraan menelan dana sebesar Rp. 440,2 miliar. Dimana seluruh pembiayaan pembangunan proyek tersebut ditanggung sepenuhnya oleh pemkot dengan menggunakan APBD murni (pembiayaan konvensional) sebagai sumber dana dan dengan menggunakan alokasi pembiayaan multi years (penganggaran tahun berganda) selama tiga tahun terhitung sejak tahun 2007-2009. Namun menurut beberapa sumber menyebutkan, saat ini animo masyarakat Kota Surabaya rendah terhadap keberadaan gedung SSC yang kini telah berdiri kokoh di kawasan Surabaya Barat. Sehingga sampai saat ini SSC belum ada pemasukan dan menyebabkan SSC hingga saat ini mengalami kerugian biaya perawatan prasarana dan sarana sebesar Rp. 2,25 miliar/ bulan.

Dengan adanya kasus seperti ini sangat memungkinkan kedepannya akan terjadi kerugian yang lebih besar yang ditanggung oleh pemkot selaku pengelola SSC dikarenakan APBD sebagai modal utama pembiayaan dapat dikatakan “tidak balik modal” bahkan tidak memperoleh keuntungan yang diharapkan. Dari kerugian APBD sebesar Rp. 2,25 miliar seharusnya dapat dianggarkan lebih baik lagi terutama untuk keperluan public/common goods yang lebih penting seperti listrik, air, & energi demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pilihan bijak lainnya menyangkut infrastruktur Olahraga adalah menggunakan dana APBD murni untuk merealisasikan dan merenovasi fasilitas Olahraga setingkat kelurahan- kecamatan baik yang belum terlayani ataupun yang sudah. Hal tersebut dilakukan karena manfaat yang didapat lebih besar dibanding dengan pembangunan SSC yang kurang efektif dan efisien serta terkesan hanya menghamburkan uang rakyat.

Jika memang pemerintah berniat memfasilitasi masyarakat Kota Surabaya dibidang Olahraga yang bersifat prestasi ataupun rekreasi disamping juga ingin meraih keuntungan untuk meningkatkan pendapatan daerah, hendaknya pemerintah tidak menanggung sepenuhnya biaya pembangunan SSC yang dibutuhkan dengan menguras APBD. Meskipun sumber pemasukan APBD seperti pajak dan retribusi di Kota Surabaya cukup besar. Menanggapi hal yang demikian, pemerintah Kota Surabaya dapat melakukan beberapa alternatif pembiayaan yang lebih menguntungkan yakni kerjasama sektor swasta seperti joint ventures (posisi seimbang public-private) ataupun BOT. Hal ini dikarenakan dalam sumber pembiayan yang diperoleh untuk proyek penyediaan dan pembangunan SSC seharusnya dilakukan sesuai dengan studi William J. Parente USAID Enviromental Services Program yang mendefinisikan PPP (public-private partnership), bahwa pembangunan infrastruktur di Indonesia yang dapat dikerjasamakan oleh pihak swasta salah satunya adalah jenis barang Toll Goods yang pemanfaatannya dibatasi jika ingin menikmati. Kekurangan yang ada pada pembiayaan proyek SSC ini adalah minimnya sumber pembiayaan yang berasal dari pihak swasta, sehingga pemerintah dalam proyek selanjutnya harus mampu membuka iklim investasi yang baik agar tujuan pemerintah dalam penyediaan infrastruktur kota yang berkelanjutan dapat tercapai dengan baik.
Selain itu masih dalam konteks yang sama, biasanya peran sektor swasta sangat/ lebih berpengalaman dalam bidang manajemen pengoperasionalan sehingga memperoleh keuntungan yang lebih besar dibandingkan bila pemerintah yang mengelola karena dipengaruhi oleh beberapa kepentingan politik.

Oleh : 
Erina Wulansari 3607.100.008

4 komentar:

  1. assalamualaikum :)
    menarik sekali membaca blog ini..

    setelah membacanya saia ingin bertanya apakah proyek yang pembiayaan pembangunannya dibiayai oleh dana pemerintah (APBD/APBN) tidak dapat memperoleh keuntungan yg besar??dan apakah bila dilakukan kerjasama dengan investor maka ssc akan dapat dinikmati oleh masyarakat surabaya pada umumnya dan tidak hanya oleh kalangan terbatas??

    makasih
    ..vio..

    BalasHapus
  2. paparan yang menarik...
    sesuai dengan yang anda paparkan bahwa kekurangan yang ada pada pembiayaan proyek SSC ini adalah minimnya sumber pembiayaan yang berasal dari pihak swasta, sehingga pemerintah dalam proyek selanjutnya harus mampu memb...uka iklim investasi yang baik agar tujuan pemerintah dalam penyediaan infrastruktur kota yang berkelanjutan dapat tercapai dengan baik. bentuk alternatif pembiayaan apa yang menurut anda paling sesuai? terima kasih.

    BalasHapus
  3. paparan yang sangat menarik..
    ini contoh fenomena pemborosan apbd. saya ingin menanykan apakah hingga saat ini sudah ada upaya pemerintah dalam meningkatkan pendapatana ssc??

    BalasHapus
  4. menarik..:)
    saya setuju bahwa terkadang pemerintah memmbuat proyek dg anggaran berlebih dan hasil minimal..
    akan tetapi,mnrt saya, daripada mencari cara kerjasama dg swasta apakah tidak lebih baik pemerintah membenahi mekanisme pembiayaan internal terlebih dahulu?dan mnrt anda seperti apa kira2 cara utk membenahi sistem pembiayaan pemerintah skrg?
    dan, apabila dalam proyek itu pemerintah saja merugi, bagaimana cara menarik investor utk msk?
    trimakasih..:)

    BalasHapus