
Surabaya Sport Centre (SSC) atau yang lazim disebut gelora Bung Tomo merupakan salah satu proyek infrastruktur perkotaan dalam bidang olahraga yang telah terealisasi pada tahun 2010. Megaproyek yang bergerak dalam penyediaan infrastruktur olahraga tersebut diperkiraan menelan dana sebesar Rp. 440,2 miliar. Dimana seluruh pembiayaan pembangunan proyek tersebut ditanggung sepenuhnya oleh pemkot dengan menggunakan APBD murni (pembiayaan konvensional) sebagai sumber dana dan dengan menggunakan alokasi pembiayaan multi years (penganggaran tahun berganda) selama tiga tahun terhitung sejak tahun 2007-2009. Namun menurut beberapa sumber menyebutkan, saat ini animo masyarakat Kota Surabaya rendah terhadap keberadaan gedung SSC yang kini telah berdiri kokoh di kawasan Surabaya Barat. Sehingga sampai saat ini SSC belum ada pemasukan dan menyebabkan SSC hingga saat ini mengalami kerugian biaya perawatan prasarana dan sarana sebesar Rp. 2,25 miliar/ bulan.
Dengan adanya kasus seperti ini sangat memungkinkan kedepannya akan terjadi kerugian yang lebih besar yang ditanggung oleh pemkot selaku pengelola SSC dikarenakan APBD sebagai modal utama pembiayaan dapat dikatakan “tidak balik modal” bahkan tidak memperoleh keuntungan yang diharapkan. Dari kerugian APBD sebesar Rp. 2,25 miliar seharusnya dapat dianggarkan lebih baik lagi terutama untuk keperluan public/common goods yang lebih penting seperti listrik, air, & energi demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pilihan bijak lainnya menyangkut infrastruktur Olahraga adalah menggunakan dana APBD murni untuk merealisasikan dan merenovasi fasilitas Olahraga setingkat kelurahan- kecamatan baik yang belum terlayani ataupun yang sudah. Hal tersebut dilakukan karena manfaat yang didapat lebih besar dibanding dengan pembangunan SSC yang kurang efektif dan efisien serta terkesan hanya menghamburkan uang rakyat.





